MIRZAQ HUSSEIN ANWAR

Berpacu menjadi yang terbaik

Perbedaan dasar antara sistem cerdas dengan fixed problem

24 March 2014 - dalam Sistem Cerdas Oleh mirzaq-fst10

Seberapa ekstrim beda sistem cerdas dan fixed problem?

Pada artikel sebelumnya saya sudah sedikit membahas perbedaan antara sistem kecerdasan atau sistem cerdas, serta sedikit membahas juga tentang fixed problem. Namun pada artikel ini bapak dosen memberikan sebuah pertanyaan untuk dibahas mengenai seberapa ekstrim perbedaan sistem cerdas dan fixed problem itu? Mudah-mudahan artikel ini mudah dipahami oleh pembaca sekalian

Perbedaan mendasar antara sistem cerdas dengan fixed problem ialah, dalam sistem cerdas kita melatih mesin untuk belajar mengenal sesuatu dan mengambil kesimpulan. Sedangan dalam fixed problem ialah kita membuat alur sebuah rancangan untuk mencapai suatu kesimpulan.

Contoh mudahnya dalam sistem cerdas ialah kita berperan sebagai pengajar anak usia muda. Kita mengenalkan pada mereka tentang berbagai macam barang. Dalam pengenalan berbagai macam barang kita ambil contoh sebuah ps, kita mengenalkan kepada anak bahwa ps adalah sebuah mesin yang dijalankan dengan console berulang-ulang, maka dalam benak anak adalah setiap mesin yang dijalankan dengan console adalah ps, hal ini dapat trus bertahan hingga dewasa. Contoh lainnya adalah air minum kemasan, sejak muda kita telah dikenalkan dengan air minum kemasan merk tertentu misal “aq*a” secara rutin dan terus menerus, maka setiap kali kita akan membeli sesuatu akan berkata pada penjual kita akan membeli “aq*a” walaupun yang kita beli adalah merk lain. Inilah yang dinamakan sistem cerdas, melatih sebuah mesin untuk mengenal sesuatu dan mengambil kesimpulan.

Sedangkan pada fixed problem, kita dianjurkan seolah-olah membuat sebuah mind-mapping, yaitu alur pemetaan untuk mencapai sebuah kesimpulan yang sudah tersedia, contoh halnya ialah saat kita berobat ke dokter. Pertama kita akan ditanyai tentang gejala (1), setelah menjawab akan gejala yang kita rasakan, maka dokter mempunyai beberapa dugaan sementara. Untuk memperkuat dugaan itu kemudian dokter mulai memeriksa tekanan darah kita (2). Dari dugaan dokter yang pertama kemudian lebih di khususkan lagi berkat pemeriksaan kedua. Setelah itu pemeriksaan mulut (3) yang menjadi dugaan dokter yang lebih khusus lagi. Kemudian pemeriksaan terus berlanjut hingga dugaan yang telah dikumpulkan dirasa cukup bagi dokter untuk disampaikan pada pasien. Inilah sedikit contoh dari fixed problem yaitu membuat alur sebuah rancangan untuk mencapai suatu kesimpulan.

Mudah-mudahan artikel ini mudah dipahami bagi pembaca

Sekian



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :